Nopia dan Mino (Mini Nopia) merupakan dua camilan tradisional khas Banyumas, Jawa Tengah, yang memiliki cita rasa unik dan cerita panjang dalam budaya masyarakat setempat. Keduanya terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, gula merah, dan bahan pengembang, namun menghasilkan rasa manis legit dengan tekstur yang khas. Meski keberadaan kudapan modern semakin menjamur, Nopia dan Mino tetap menjadi primadona oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Purwokerto dan sekitarnya.
Nopia adalah camilan berbentuk bulat, keras di luar tetapi manis lembut di dalam. Bagian dalamnya biasanya berisi gula merah atau varian rasa lain.
Mino adalah versi mini dari Nopia, ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah. Karena ukurannya mungil, Mino lebih mudah dimakan dan sering disukai anak-anak.
Keduanya dibuat dengan teknik pemanggangan tradisional menggunakan tungku tanah liat, yang memberi aroma khas yang sulit ditiru dengan oven modern.
Menurut cerita masyarakat Banyumas, Nopia sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan mendapat pengaruh dari budaya Tionghoa. Pada masa lampau, para pendatang membawa teknik pembuatan roti dengan tungku khusus. Penduduk lokal kemudian mengadaptasinya menggunakan bahan-bahan yang tersedia di daerah tersebut, hingga lahirlah makanan yang kini dikenal sebagai Nopia.
Mino sendiri baru populer setelah produsen lokal menciptakan versi mini agar lebih mudah dipasarkan dan cocok untuk generasi muda.